Program Dharma: Penanggulangan Rabies Berbasis Masyarakat dengan Pendekatan One Health

Authors

I Made Subrata, Departemen Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana; Ni Wayan Arya Utami, Departemen Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana; Sang Gede Purnama, Departemen Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana; Kadek Karang Agustina, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana; Ida Bagus Ngurah Swacita, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana; Janice Girardi, Bali Animal Welfare Association (BAWA); Putu Erma Pradnyani, Center for Public Health Innovation; Putu Velynawati, Public Health Sciences, Udayana University, Bali; I Made Indrayadnya Swarayana, Bali Animal Welfare Association (BAWA); Corlevin Frank, Bali Animal Welfare Association (BAWA); Hendra Irawan, Bali Animal Welfare Association (BAWA); Pande Putu Januraga, Departemen Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana; Dewa Nyoman Wirawan, Departemen Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Keywords:

Program Dharma, One Health, Rabies, dog

Synopsis

Program Dharma merupakan model pemberdayaan masyarakat yang dapat diaplikasikan pada semua desa di Bali. Pilot project telah dilakukan di dua desa dan satu kelurahan wilayah pariwisata Sanur sejak tahun 2016 sampai saat ini. Pada tahun 2019, Program Dharma diperluas ke wilayah Desa Jagapati dan Sibang Kaja, Kabupaten Badung serta Desa Purwakerthi dan Desa Bunutan Kabupaten Karangasem. Kelemahan dan kekurangan dalam pilot project tersebut kemudian disempurnakan sebelum diterapkan pada desa lain di Bali. Program yang telah kami lakukan di desa Pilot Project kami tuang dalam buku panduan Program Dharma ini.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Clifton, M., 2010, How not to fight a rabies epidemic: a history in Bali. Asian Biomedicine 4, 663-670.

Davlin, S. M. Lapiz,Miranda, and K. Murray. 2013. Factors Associated with Dog Rabies Vaccination in Bohol, Philippines: Results of a CrossSectional Cluster Survey Conducted Following the Island-Wide Rabies Elimination Campaign. Zoonoses Public Health, 60(7): 494-503 https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3805987/#

Dibia IN, Sumiarto B, Susetya H,Putra AAG, Mahardika IGNK, Scott-Orr H. 2014. Diagnosis and Molecular Marker Analysisof Bali’s Rabies Virus Isolates. Jurnal Veteriner15(3): 288-297

Dinas Peternakan Propinsi Bali. Data Cakupan Vaksinasi Rabies. https://disnak.baliprov.go.id/2019/06/12/evaluasi-kegiatan-vaksinasirabies-di-provinsi-bali-tahun-2019/

Iffandi C, Widyastuti SK, Batan IW. 2013. Sebaran Umur Korban Gigitan Anjing Diduga Berpenyakit Rabies pada Manusia di Bali. Indonesia Medicus Veterinus 2(1): 126–131

Putra AAG, Gunata IK, Faiziah, NL Dartini, DHW Hartawan, Seiaji G, Putra AAGS, Soegiarto, Scott-Orr H. 2009. Situasi rabies di Bali: Enam bulan pascaprogram pemberantasan. Buletin Veteriner BBVet Denpasar 21(74): 13-26

Suarta, I Ketut et al. 2015. Lokasi Gigitan Secara Anatomi dan Waktu Kematian Pascagigitan Anjing Rabies pada Korban Manusia di Bali. Jurnal Veteriner, 16 (1) :31-37

Supartika IKE, Setiaji G, Wirata K, Hartawan DHW, Putra AAG, Dharma DMN, Sugiarto, Diusa ER. 2009. Kasus Rabies Pertama Kali Di Provinsi Bali. Bulletin Veteriner BBvet Denpasar, 21 (74) : 7-12

Susilawathi NM, Darwinata AE, Dwija IB, Budayanti NS, Wirasandhi GA., Subrata K, Susilarini NK, Sudewi RA, Wignall FS, Mahardika GN. 2012. Epidemiological and clinical features of human rabies cases in Bali 2008-2010. BMC Infect Dis 12(1): doi.10.1186/1471-2334-12-81.

Townsend, Sunny E. et al.2013. Designing Programs for Eliminating Canine Rabies from Islands: Bali, Indonesia as a Case Study. PLOS Neglected Tropical Diseases, 7(8):1-11

Published

3 September 2021

Categories

Details about this monograph

ISBN-13 (15)

978-623-97473-5-0